Dewi karya Yus R. Ismail Komidi Putar karya Gegge S. Mappangewa Pertarungan karya Benny Arnas Kacamata karya Noor H. Dee Debu-Debu Tuhan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad Rasyid Ridho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad Rasyid Ridho. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Oktober 2012

Ayat-Ayat Bening dan Puisi-Puisi Lainnya

Ayat-Ayat Bening dan Puisi-Puisi Lainnya

Puisi-Puisi Muhammad Rasyid Ridho (Radar Surabaya, Otober 2012)
tunjukkanjalanmu.wordpress.com

Mawar Merah Dari Surga

Di tanah yang konon gersang
Taman sepanjang mata memandang
Elok tumbuh macam bebunga
berkat simbah darah syuhada

Adakah kau tahu?
Benih yang kau tanam waktu itu
Kini berlimpah ruah mekarnya
Ke bumi. Ke langit.
Jauh dari wajahmu

Adalah peluh :
matari terik terbasuh
Adalah lelah :
matari tanpa istirah

Kini ia menjelma seikat mawar merah
Turun dari surga
Sebab wanginya baka
Waktu. Tanah. Air.
Suara. Rasa. Napas.
laksana hamparan firdaus
: adakah kau rasa?

***

Ayat-Ayat Bening

Kehidupan laksana samudra
bergelombang keras
membawa seluruhnya terhempas
bergelombang lembut
menari mendayu-dayu
lantaran itu aku, kau dan mereka
mesti dalam siap siaga
menantang hantaman mendatang
merasai nikmat bertubi-tubi
dengan senyum dan
ketenangan semesta diri
bersama ayat-ayat bening
dalam setiap hening
rukuk dan sujud jiwamu

Malang, 1 Juli 2012

*** 

Khatam

Sudahkah ayat-ayatnya khatam
terlafazkan berayun-ayun
di bibirmu penuh kesyahduan

Sedangkan pagi, siang, malam
musala, langgar, surau, masjid
jalanan, bis, rumah, pasar, warung
melambungkan cinta ke singgasana

: lafaz-lafaznya yang mulia tiada bandingnya

Bondowoso, 15 Agustus 2012

***

Negeri Arakan
“Arakan;
Apa itu Arakan?
Jenis makanan, minuman,
atau hewan?”
kau penuh tanya,
di dahi mereka bertanda tanya

Ini tentang sebuah negeri kawan
konon bersumber daya alam besar
sampai kini jadi rebutan
sepanjang jalan penjajahan

Bagai daging segar
tubuh-tubuh bangsanya dibakar
santapan lezat pagi dang siang
manusia serakah tak berprikemanusiaan

Betapa rindu akan pembebasan
bernafas tanpa hambatan
tak ada peluru menerjang berhamburan
detik bayang-bayang kematian

Ini memang asing bagimu
namun jika sampai padamu
jangan sangsikan penderitaannya
karena memang mereka butuh merdeka

: di tiap-tiap syahadat dalam fardu yang merindu
  lelaku menyayangi segala saudara

Bondowoso, Agustus 2012

***

Satu Purnama Cahaya

Seiring munculnya sabit di angkasa
kita memulai perjalanan penuh suka cita
mendaki keseriusan mencapai puncaknya
menghalau penyakit segala
dan terus berjalan
kelana bersama pelana
: sudahkah kau temukan cahaya bersama pelana yang kau tunggangi hampir satu purnama?

Bondowoso, Agustus 2012




Selasa, 07 Februari 2012

Memahami si Maya yang Seksi

Memahami si Maya yang Seksi

Resensi 
Muhammad Rasyid Ridho (Koran Jakarta, 7 Februari 2012)



Anda mungkin merasa janggal dengan judul tulisan saya ini, mungkin sebagian anda pun akan mengira bahwa saya akan membahas artis yang populer saat ini. Tapi, bukan itu yang saya maksud. Maya di sini adalah dunia maya, internet. Judul ini pun menyadur tulisan Arief Hidayatullah, si maya nan seksi. Yang tergabung dalam buku, Internet Menuju Cyber Village. 


Sebuah buku antologi bertemakan internet karya beberapa mahasiswa dan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang yang tergabung dalam Journalistic Club. Dalam tulisan pembuka, Arif Hidayatullah memulai buku ini dengan beberapa riwayat internet sebelum menjadi seperti saat ini. 


Internet adalah interconnected-networking, yakni sistem global dari seluruh jaringan computer yang saling terhubung satu sama lain dengan menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Dunia dijalin satu sama lain menjadi ruang yang tidak lebih besar dari layar berukuran 17 inchi. 


Kemudian dia mengatakan pula, bahwasanya internet sejarahnya lahirnya adalah dari rahim militer. Yang dimulai pada tahun 1969 ketika itu Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset bagaimana cara menghubungkan sejumlah computer sehingga membentuk jaringan organik. 


Bertahun terus berkembang, sampai pada tahun 1990, tahun di mana paling bersejarah ketika Tim Benners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer lainnya, yang membentuk jaringan itu. 


Program itu disebut World Wide Web (WWW). Setelah menerangkan bagaimana sejarah internet, penulis dalam buku ini juga menuliskan tentang adidaya internet. Seperti Nurudin yang menuliskan fenomena twitter, facebook dan berbagai jejaring sosial lainnya. Yang mampu menjadi sarana kemenangan bagi masyarakat timur tengah, seperti Tunisia, Mesir, Libya, Yaman, yang bergejolak menginginkan revolusi. 


Kemenangan revolusi mereka tak terlepas dari andil jejaring sosial yang mampu dijadikan sarana oleh masyarakat yang memperjuangkan revolusi waktu itu. Baik untuk koordinasi, maupun memprovokasi masyarakat lainnya agar juga menginginkan revolusi juga. Fenomena lain yaitu kekuatan youtube yang mampu mengorbitkan orang biasa jadi orang terkenal (artis). Bagaimana Justien Beiber meledakkan pasar industri musik dunia, karena dia meng-uploud, video ketika dia menyanyi di youtube. 


Contoh lain yang tak perlu jauh-jauh dari negeri barat, di Indonesia pun banyak artis-artis youtube, Sinta-Jojo dengan lip sinc keong racun, Bona Paputungan, Udin Sedunia, Briptu Norman Kamaru dan terbaru ustadz M Nur Maulana. Anehnya, tak hanya artis yang diproduksi youtube, tetapi juga ustadz. Mungkin, lebih tepatnya ustadztainment, ustadz yang lebih banyak nilai menghibur daripada pesan yang disampaikan. 


Selain itu, di chapter terakhir, Sugeng Winarno menulis tentang sisi lain dunia cyber. Suatu hal dalam internet yang sudah menjadi rahasia umum, cyberpo-rn adalah sisi lain yang utama dalam internet. Ini menjadi sisi negatif internet dari berbagai sisi positifnya, dan ini sangat mengkhwatirkan. Terbukti, survey yang pernah dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak (KPA) terhadap 4.500 siswa di 12 kota besar di Indonesia menunjukkan data bahwa 97 persen dari responden pelajar SMP dan SMA pernah mengakses situs por-no. Dan itu tak mengherankan bagaimana sudah tersebar banyak videovideo po-rno yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur. 


Mengerikan. Penulis lain, Ditalia juga sempat melakukan observasi di lapangan bagaimana facebook, menjadi sarana interaksi remaja-remaja di bawah umur melakukan s-ex bebas. Teknologi selalu memiliki dua sisi mata uang, kebaikan atau keburukan. Tak terkecuali internet, jika tidak kita gunakan untuk kebaikan maka potensi keburukannya akan menjadi dominasi. 


Buku ini sangat memberi pemahaman baru tentang perspektif baru internet, dan mencoba memberikan penyadaran dasar serta jauh ke depan bagi para pembacanya. Dari maya yang seksi, karena kita harus berhati-hati serta awas memakainya, agar tak tergenlicir pada keseksiannya fana. 



Judul : Internet Menuju Cyber Village
Penulis : Arief Hidayatullah, dkk.
Penerbit : Leutika Prio
Tahun Terbit : Juni, 2011
Tebal : 80 hal